Jum. Sep 24th, 2021

ACEHSIANA.COM, Sigli – Sebanyak 7 guru SMAN Ulmul Quran Pidie mendapat kesempatan untuk mendalami dunia digital khususnya facebook. Pelatihan yang diselenggarakan oleh YCAB Foundation selaku organisasi nirlaba yang bergerak di pengembangan anak muda melalui program pendidikan, pelatihan, dan gaya hidup sehat bekerjasama dengan Facebook Indonesia.

Kepala SMAN Ulumul Quran Pidie, Irwandi Zakaria Mag menjelaskan bahwa program Asah Digital merupakan salah satu bentuk program yang bertujuan untuk menyediakan sumber daya dalam membangun komunitas global warga digital yang bertanggung jawab dan memperluas serta memperkuat pelatihan keterampilan kewargaan digital yang sudah ada di berbagai tempat di Indonesia secara nasional.

”Program ini membantu menjaga lingkungan dunia daring masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan untuk memanfaatkan teknologi dan pemanfaatnya sehari-hari.  Program Asah Digital terbagi dalam 2 bagian, yakni pembahasan kampanye yang sifatnya Daring dengan membahas tentang jejak digital, berfikir kritis dan tips mengenali berita palsu,” ujar Irwandi.

Dikatakan Irwandi bahwa kampanye online yang dilakukan lewat platform digital Do Something Indonesia kepada seluruh anak muda dan guru di Indonesia.

”Lewat platform digital Do Something Indonesia, anak muda dan guru terdorong untuk menggunakan internet secara aman dengan memberikan tantangan untuk membuat kampanye dan menghasilkan konten yang positif di media sosial,” tambah Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pidie itu.

Lebih lanjut Irwandi menerangkan bahwa konsep acara yang dilakukan adalah pelatihan yang dilakukan dalam bentuk online workshop, yakni Webseminar. Program pelatihan dan diskusi interaktif  secara online  yang dilaksanakan dalam 3 sesi dihari berbeda mulai sejak hari senin 20 Juli hingga Rabu 22 Juli 2020. Pelatihan ini, pungkas Irwandi, difasilitasi oleh fasilitator berpengalaman yang sudah mengikuti pelatihan dari Facebook Global pada bulan Maret 2020.

”Setelah pelatihan ini diharapkan kemampuan digital guru – guru SMAN Ulumul Quran dapat meningkat dan mampu menularkan ke rekan guru yang lain. Selain itu diharapkan guru mampu bagaimana pembelajaran di SMAN ulumul qurana kedepan lebih siap dengan zaman daring, serta menjadi pioner dalam mengkampanyekan media sosial sehat dan bebas Hoax,” tutup Irwandi. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *