Sen. Mei 23rd, 2022
Kemdikbud Minta Sekolah Siapkan Rencana Pembelajaran Daring, Luring, dan Blended Learning

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meminta sekolah untuk menyiapkan rencana pembelajaran secara dalam jaringan (daring), luar jaringan (luring), dan blended learning. Hal itu disampaikan Dirjen Pendidikan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad MSc PhD saat menjadi narasumber webinar pada Kamis (18/6).

Webinar tersebut bertajuk Menyiapkan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilyah Aceh bersama kanal pelatihan Satu Guru Satu Buku (Sagusaku IGI). Webinar dimoderatori oleh founder Sagusaku, Nur Badriyah MPd.

Menurut Hamid, sekitar 60% wilayah Indonesia yang dapat diakses internet. Selebihnya tidak stabil dan bahkan ada yang blank spot. Selain itu, lanjut Hamid, perangkat digital juga tidak merata di seluruh Indonesia.

“Sekolah dapat menggunakan dana BOS untuk menyediakan paket data internet bagi guru. Jika mencukupi dapat disediakan untuk siswa. Tetapi jangan sampai over extend untuk kegiatan studi. Tetapi anggaran BOS tidak mungkin digunakan semuanya untuk membeli paket data,” ujar Hamid.

Lebih lanjut Hamid menjelaskan bahwa terdapat sekitar 67% guru yang kesulitan mengintegrasikan antara materi pembelajaran dengan pembelajaran digital. Oleh karena, kata Hamid, harus ada penguatan kapasitas guru seluruh Indonesia agar pada semester yang akan datang hambatan tersebut dapat diminimalisir.

“Setiap sekolah harus menyiapkan rencana pembelajaran selama satu semester secara daring, luring, dan blended learning agar pembelajaran jarak jauh berjalan maksimal. Bagi sekolah yang infrastruktur internetnya stabil dapat melaksanakan secara daring. Bagi daerah yang terkendala dapat menggunakan secara luring dan blended learning,” pinta Hamid.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan skema pembelajaran secara daring dan luring untuk menyahuti permintaan Kemdikbud. Pihaknya, sebut Rachmat Fitri, meminta pihak sekolah untuk membentuk gugus tugas pencegahan  Covid-19 di sekolah.

“Kita akan melakukan simulasi untuk memastikan sekolah menjalankan protokol pencegahan Covid-19,” terang Rachmat Fitri.

Rachmat Fitri memuji IGI Wilayah Aceh yang sudah bergerak dan membantu Dinas Pendidikan dalam menyiapkan pembelajaran jarak jauh bagi guru di Aceh. Terutama, kata Rachmat Fitri, pelatihan virtual learning yang telah dilakukan dalam masa pandemi Covid-19. Apa yang dilakukan IGI, akui Rachmat Fitri, dapat dirasakan oleh pihaknya dan guru-guru di Aceh dalam meningkat sumber daya guru.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Kota Sabang, Abdul Hamid SPd MPd menuturkan bahwa pihaknya di Sabang sudah siap untuk melakukan pembelajaran era new normal. Pada kesempatan tersebut Abdul Hamid meminta secara khusus kepada Kemdikbud untuk memberikan kelonggaran jam mengajar bagi guru di Sabang terutama untuk pemenuhan jam sertifikasi.

Menyahuti permintaan Kacabdisdik Sabang, Hamid Muhammad meminta untuk dibuat surat secara khusus terkait permintaan perlakuan khusus di Kota Sabang.

Ketua IGI Wilayah Aceh, Drs Imran, menegaskan bahwa IGI Aceh telah bergerak melakukan pembelajaran berbasis virtual dan melatih guru pembelajaran jarak jauh bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Salah satunya melalui program Meurunoe Meubagi Wawasan Lam Jaringan (Meugiwang IGI).

“Terdapat beberapa LMS yang dilatih dalam Meugiwang seperti Google Classroom, Rumah Belajar beserta Sijempol Aceh, Microsoft Teams, Edmodo, dan Quipper School. Termasuk distance learning berbasis video conference,” pungkas Imran.

Menurut Imran, Dinas Pendidikan Aceh sudah melakukan berbagai upaya menggerakkan guru-guru selama masa pandemi. Baik daring dan luring meskipun banyak keterbatasan dan kekurangan yang terjadi di lapangan. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *