Jum. Jul 30th, 2021

ACEHSIANA.COM | LANGSA – Bocah Aceh  berusia dibawah Sepuluh Tahun yang telah dibaptis dan di kristen-kan oleh Edy Simon.S, rentenir (tukang kredit) asal Sumatera Utara (Sumut), akhirnya berhasil dibawa pulang kembali ke Aceh secara paksa oleh pihak keluarga.

Proses penjemputan paksa Fitri dan dua anaknya di kawasan Tembung Medan

Meskipun Fitri (29) yang merupakan ibu kandung kedua anak tersebut belum bisa di bawa pulang karena timbul perlawanan yang sengit dari Edy Simon, namun pihak keluarga perempuan Aceh tersebut mengatakan di lain waktu akan terus melakukan berbagai cara untuk menjemput Fitri kembali ke Aceh guna di rehabilitasi pemikirannya yang telah di kristenisasi.

“Memang si Fitri sudah dewasa dan sudah bisa menentukan arah hidupnya sendiri. Tapi dalam konteks ini berbeda. Ini soal akidah dan agama. Kami tidak bisa menerima anggota keluarga kami di cuci otaknya hingga merusak akidah dan menjadikannya seorang Nasrani. Apapun yang terjadi, kami akan jemput dia untuk kami rehabilitasi dari doktrin-doktrin Nasrani yang telah merasuki pemikirannya,” ungkap keluarga terdekat Fitri, Minggu (14/6/2020).

Fitri dan kedua anaknya

Diceritakannya, pasca rentenir asal Sumut itu membawa lari Fitri beserta dua anaknya yang masih berusia dibawah Sepuluh tahun dan kemudian mengkristenkan mereka, orang tua dan pihak keluarga Fitri menjadi resah.

Bahkan ibu kandung  yang merupakan satu-satunya orang tua Fitri yang tersisa setelah sang ayah meninggal dunia beberapa tahun lalu, setiap hari menangis meratapi nasib anaknya dan tak tahu harus mengadu kemana.

Fitri dan kedua anaknya terperangkap misi kristenisasi

Setelah melalui berbagai proses, akhirnya pihak keluarga dan kerabat dekat Fitri, mengambil keputusan menjemput paksa Fitri dan kedua anaknya di Medan untuk dibawa pulang kembali ke Aceh.

Dengan tujuan, setelah sampai di Aceh, Fitri akan di rehabilitasi di sebuah Pesantren guna mengembalikan akidahnya yang diduga telah diracuni oleh misi kristenisasi Tukang Kredit (Rentenir) tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *