Rab. Jul 6th, 2022
Nanggroe Aceh Darussalam Berpeluang Ekspor Jeruk Nipis

ACEHSIANA.COM,BANDA ACEH – Kepala Wilayah Kantor Bea Cukai Provinsi Aceh, Dr Safuadi mengungkapkan bahwa, potensi pasar ekspor berbagai produk, baik pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, industri dan lainnya di pasaran dunia saat ini cukup besar.

Peluang ini harus dimanfaatkan, sehingga berbagai produk Aceh bisa masuk pasar global.

Safuadi mencontohkan ekspor jeruk nipis dan lemon dari Aceh yang kini terbuka peluangnya, serta potensi nilainya bisa mencapai puluhan triliun pertahun.

Hal itu disampaikannya pada acara upaya peningkatan ekspor-impor Aceh melalui Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, Senin (8/6).

Provinsi Aceh memiliki peluang yang cukup terbuka untuk mengekspor jeruk nipis atau lemon ke pasaran dunia. Saat ini peluang itu baru dimanfaatkan Thailand, Vietnam, India, dan negara lain. Sedangkan Indonesia dan Aceh belum memanfaatkan dan mengambil peluang pasar tersebut sampai kini, ujarnya.

Acara tersebut dihadiri anggota Komisi VI DPR RI asal Aceh, Rafli, GM PT Pelindo I Malahayati, Sam Arifin, Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dr Ilyas, Pimpinan BNI, BI, pengusaha ekspor-impor, dan pejabat karantina.

Safuadi mengatakan, pertemuan itu diinisiasi anggota DPR RI, seusai melakukan kunjungan ke Pelabuhan Malahayati, di Krueng Raya, Aceh Besar, beberapa waktu lalu. Saat itu Rafli melihat banyaknya tumpukan kontainer yang tak lain adalah kontainer pengiriman barangan unilever, tepung terigu, dan lainnya dari luar Aceh.

Ternyata, kontainer-kontainer tersebut dipulangkan ke luar Aceh banyak yang dalam kondisi kosong. Itu disebakna muatan barang dari Pelabuhan Malahayati masih sangat sedikit, ujarnya.

Berangkat dari persoalan itu, kata Fuadi, anggota DPR-RI mengisiasi pertemuan tersebut, dengan menghadirkan para pelaku ekonomi, seperti Kadin, para eksportir, pedagangan hasil bumi, dan dinas teknis.

Dari pertemuan itu, disepakati pembentukan badan konsolidasi ekspor-impor Aceh. Melalui badan ini Aceh akan mulai kegiatan ekspor-impor via Pelabuhan Malahayati, tutur Safuadi.

Secara terbuka dikatakan Aceh berpeluang besar mengekspor berbagai produknya ke luar negeri. Aceh punya produksi jeruk nipis dan lemon. Hanya saja, komoditas itu belum bisa dekspor, karena tidak tahu tujuan dan pembelinya.

Padahal pasar ekspor jeruk nipis dan lemon dunia, nilai ekspornya setahun mencapai Rp 52 triliun, jelasnya.

Gagasan pembentukan badan konsolidasi ekspor tersebut mendapat respon positif dan dukungan dari peserta, termasuk dari Dirut Bank Aceh Syariah, BNI dan lainnya. Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi para eksportir yang membutuhkan tambahan modal.

Jika ada yang membutuhkan tambhan modal kerja ekspor, kami siap melayaninya dengan masa pelayanan yang cepat dan tepat waktu, tuturnya.

Ungkapan serupa juga disampaikan, GM PT Pelindo I Malahayati, Sam Arifin. Ia mengatakan, pihaknya siap menyediakan jenis kontainer khusus untuk ekspor di Pelabuhan Malahayati.

Jenis kontainer yang ada di Pelabuhan Malahayati saat ini adalah kontainer untuk pengiriman barang antarprovinsi atau pulau, bukan kontainer untuk ekspor.

Ami

By Ami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *