Sab. Sep 25th, 2021
Tim Guru SMK IT PETA memberikan penyuluhan penyalahan gunaan Narkoba di SMP 7 Lhokseumawe

Tahun 2020 merupakan tahun sulit bagi dunia pendidikan khususnya dan kehidupan umat manusia di sebagian wilayah dunia. Pandemic Covid 19 telah merubah tatanan kehidupan manusia menjadi sangat mengerikan. Ribuan manusia telah menjadi korban akibat virus corona ini. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan perluasan wabah ini. Gerakan hidup bersih dengan mencuci tangan, menjaga jarak (social distancing), hingga mengharuskan masyarakat untuk tidak berkegiatan diluar rumah, termasuk liburnya ratusan tingkat sekolah untuk melindungi manusia dari tertularnya virus mematikan ini. Tidak diketahui secara pasti kapan wabah Corona ini akan berakhir. Kegiatan pendidikan bagi anak-anak usia belajar telah berubah cara, dari pendekatan tatap muka langsung berubah menjadi tatap muka secara jaringan internet. Sekolah menjadi sepi dari semangat dan keriuhan siswa-siswa yang belajar. Di Aceh sendiri sejak bulan Maret 2020 hingga sekarang, kegiatan pembelajaran normal di kelas masih terhenti. Tidak ada kegiatan siswa di sekolah, semuanya berada dan belajar di rumah serta dibimbing secara daring.

Tahun kelulusan siswa mulai sekolah dasar hingga menengah telah mencapai waktu akhir belajar. Tidak ada ujian secara normal dan bahkan tidak ada perpisahan di sekolah. Berbagai tingkat sekolah telah siap menampung siswa baru, walau tanpa promosi, sosialisasi sebagaimana memberi gambaran pilihan bagi calon siswa yang akan menimba ilmu di sekolahnya. Khususnya tingkat SLTA, SMA dan SMK terus berbenah untuk siap menerima siswa baru lulusan SLTP sederajat. Walaupun di masa pandemi Corona ini, tidak menyurutkan lulusan SLTP untuk mendapatkan sekolah pilihannya. Tanpa dipungkiri, hadirnya SMK menjadi pamor SMA sedikit lebih kurang diminati. SMK yang menjanjikan ketrampilan dan kemampuan lulusannya untuk berwirausaha, menjadikan wali siswa dan siswa lebih memilih melanjutkan jenjang pendidikan SMK setelah SLTP. Berbagai keminatan ketrampilan ditawarkan berdasarkan kompetensi dan kebakatan siswa yang dapat dipilih.

SMK Islam Terpadu Pesantren Tabina Aceh, yang beralamatkan di Jl. Goa Jepang/ Makam Pahlawan Gampong Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe tahun pelajaran 2020-2021 membuka paket keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara, juga paket keahlian Teknik Mekanik Industri hadir menambah pilihan ketrampilan yang dapat siswa pilih. Sekolah yang dipayungi oleh Yayasan Pesantren Tabina Aceh dibawah pimpinan Tgk. Muhammad Nur, M.Si yang juga tokoh salah satu Partai Keadilan Sejahtera ini telah berpengalaman dalam menjalankan kegiatan pusat rehabilitas korban NAPZA di Aceh. Sehingga menurut Tgk. Muhammad Nur, M.Si pengembangan kiprah Yayasan Pesantren Tabina Aceh dengan memberikan kontribusi aktif di dunia pendidikan vokasional berbasis Pesantren. “Sebagai sekolah baru, tentunya kehadiran SMK IT PETA bukan sebagai pendatang kaleng-kaleng” ujarnya, berbagai kelebihan yang diberikan dalam program rintisan jalannya pendidikan di sekolah ini. Diantaranya siswa tidak dibebankan biaya apapun pada saat mendaftar dan difasilitas pakaian seragam gratis. Selanjutnya pendidikan ditawarkan dalam 2 cara, yaitu regular (dari jam 07.30 s/d 14.00) dan juga pemondokan (asrama) khusus untuk siswa putra. Bagi siswa yang mondok akan mendapatkan pendidikan pesantren mulai dari kegiatan pengajian, kitab kuning, tahfidz dan keilmuan fiqih lainnya. Bagi yang mondok hanya dibebankan biaya makan perbulannya, atau dapat membuka dapur dengan memasak sendiri sebagai bagian dari pembelajaran. Ekstrakurikuler lain yang ditawarkan adalah upaya maksimal untuk dapat berbahasa inggris dalam waktu 1 semester, hingga dibentuk English class atau English community untuk ditargetkan lulusan dapat bekerja di industry luar negeri.

tenaga pengelola SMK IT Pesantren Tabina Aceh

Selama menjalani proses pendidikan, siswa juga dapat berwirausaha bidang jasa reperasi AC dan Teknik Mesin sesuai dengan keahlian yang diajarkan, sehingga siswa telah mendapatkan pendapatan selama menjalani masa pendidikan. SMK IT PETA juga telah menjalin kerjasama industry, yang akan memudahkan lulusan nanti untuk melaksanakan magang maupun kerja. Dan banyak hal lain yang akan didapatkan, dan ditahun rintisan ini setiap kegiatan tersebut tidak dikenakan biaya apapun. Siswa memiliki kesempatan belajar di industri langsung, karena lokasi SMK IT PETA berada di lingkungan industri seperti Perta Arun Gas dan PT. Pupuk Iskandar Muda.

Pada akhirnya Tgk. Muhammad Nur, M.Si menyampaikan dan sedikit mempromosikan kepada masyarakat luas, khususnya bagi wali siswa dan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di SMK IT PETA ini dapat melakukan pendaftaran online ke link : bit.ly/Formulir_Pendaftaran_SMK_IT_PETA. Pendaftaran dibuka sampai dengan 30 Mei 2020. Diharapkan hadirnya SMK IT PETA akan menambah kualitas generasi Aceh khususnya dalam mengarungi era disrupsi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *