Rab. Jul 6th, 2022
Kabid GTK, Dra Nurhayati MM sat membuka Meugiwang IGI batch 2 (doc. Darmawan)

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Aceh, Dra Nurhayati MM menegaskan bahwa program Meurunoe dan Meubagi Wawasan Lam Jaringan (Meugiwang) yang dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh merupakan program yang tepat saat kita membutuhkan distance learning. Pernyataan tersebut disampaikan Nurhayati saat membuka dengan resmi kegiatan Meugiwang IGI batch 2 secara virtual pada Senin (13/4) di Banda Aceh.

Menurut Nurhayati, sesuai dengan Edaran Plt Gubernur Aceh, proses pembelajaran bagi siswa di Aceh harus dilakukan di rumah. Kegiatan tersebut dilakukan selama masa pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Teknologi, tambah Nurhayati, sudah menyediakan fasilitas yang kita butuhkan untuk menjalankan distance learning.

“IGI Aceh dengan program Meugiwang akan melatih tentang distance learning terutama dalam masa pandemi ini. Megiwang IGI Aceh batch 1 telah sukses dilakukan dan meluluskan sekitar 108 peserta. Saat ini kita sudah memasuki Meugiwang IGI batch 2 dimana peserta berjumlah 200 guru dari seluruh Aceh,” ujar Nurhayati.

Dikatakan Nurhayati, Meugiwang IGI batch 2 akan melatih peserta Meugiwang dengan 5 Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran. Kelima distance learning tersebut adalah Google Classroom beserta meet-nya, Rumah Belajar beserta Sijempol, Microsoft Teams beserta meet-nya, Edmodo, dan Quipper School.

“IGI juga melatih distance learning berbasis video conference menggunakan beberapa virtual room seperti webex, zoom, dan beberapa virtual room lainnya. Dengan demikian guru diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh nantinya pada siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung ditengah pandemi ini,” ungkap Nurhayati.

Lebih lanjut Kabid GTK Disdik Aceh itu mengucapkan terima kasih kepada IGI Wilayah Aceh yang terus berupaya melakukan peningkatan kompetensi guru dan gerakan literasi tanpa kenal lelah dan bahkan tanpa meminta anggaran kepada Dinas Pendidikan. Kami tau, lanjut Nurhayati, sangat banyak kegiatan IGI yang dilakukan tanpa meminta anggaran.

“Saya berpesan kepada Bapak Ibu untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius dan tekun. Pelatihan ini full daring atau online sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan dalam masa pandemi ini. Dengan demikian tidak ada alasan lagi proses pembelajaran terhenti akibat pandemi Covid-19,” pungkas Nurhayati.

Ketua IGI Aceh, Drs Imran saat memberi sambutan pada pembukaan Meugiwang IGI batch 2.

Ketua IGI Wilayah Aceh, Drs Imran menegaskan bahwa saat sulit dimana terjadi Pandemi Covid-19 yang sangat berbahaya bagi masyarakat, sehingga Pemerintah mengeluarkan aturan untuk menjaga jarak. Akan tetapi, IGI Aceh tidak menyerah dalam membantu guru-guru khususnya di Aceh untuk meningkatkan kompetensi, sehingga kita menyelenggarakan model pembelajaran jarak jauh.

“IGI memiliki banyak pelatih yang ahli dibidang distance lerning dan sudah bersertifikat nasional. Mereka siap sedia untuk berbagi ilmu guna membantu para guru-guru di Aceh,” tutup Imran. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *