Kam. Des 2nd, 2021

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Guna mencegah meluasnya pandemi corona atau Covid-19 di sekolah, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengintruksikan Dinas Pendidikan Aceh untuk meliburkan sekolah selama dua minggu. Terkait diliburkan sekolah tersebut, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe menyarankan untuk menggunakan pembelajaran jarak jauh.

Berdasarkan rilis yang diterima acehsiana.com pada Minggu (15/3), Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Jon Darmawan SPd MPd menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat memungkinkan melakukan pembelajaran jarak jauh. Menurut Darmawan, pembelajaran dapat berlangsung dalam jaringan, misalnya menggunakan kelas digital maupun berbasis virtual melalui video conference.

“Saat ini banyak sekali aplikasi-aplikasi kelas digital yang dapat kita gunakan. Sebut saja Google Classroom, Microsoft Teams, Edmodo, dan beberapa kelas digital lainnya. Kita juga dapat menggunakan platform Learning Management System (LMS) seperti moodle, quipper school, maupun LMS lainnya,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut Darmawan menambahkan bahwa IGI sejak tahun 2016 sudah merintis pembelajaran jarak jauh menggunakan konsep virtual. Sarasehan Dalam Jaringan (SADAR IGI), lanjut Darmawan, setiap minggu selalu hadir menggunakan platform webex.

Salah seorang siswa sedang mendengarkan penjelasan guru dalam pembelajaran berbasis virtual menggunakan platform webex.

“Kita juga sudah melatih ribuan guru se-Indonesia dan ratusan guru se-Aceh tentang virtual learning melalui kegiatan Virtual Coordinator Training (VCT) yang bekerjasama dengan SEAMEO dan SEAMOLEC. Alumni VCT ini dapat diberdayakan untuk melakukan pembelajaran berbasis virtual selama libur sekolah berlangsung,” ungkap Darmawan yang dipercayakan sebagai Koordinator VCT Wilayah Aceh itu.

Dikatakan Darmawan, virtual learning menggunakan video conference dapat mengontrol siswa selama pembelajaran berlangsung dengan meng-on-kan fitur video. Sementara banyak kelas digital yang tidak memiliki fitur tersebut. Apalagi, terang Darmawan, mayoritas siswa Aceh memiliki Android maupun laptop yang dapat melancarkan proses virtual learning.

“Tidak mesti harus webex, kita juga dapat menggunakan platform lainnya yang serupa seperti Google Meet dan Skype jika menggunakan Microsoft. Insya Allah IGI siap membantu jika diperlukan,” pungkas Darmawan. (*)

Editor: Hamid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *