Jum. Jul 1st, 2022

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Mahasiswa Politeknik Aceh Selatan (Poltas) menciptakan rencong batu sebagai souvenir khas Aceh Selatan.  Rencong tersebut dibuat dari batu marmer yang terpendam di bumi kabupaten penghasil pala itu.

Direktur Poltas, Dr Muhammad Yasar STP MSc dalam rilis yang diterima acehsiana.com, menjelaskan bahwa alasan menciptakan rencong dari batu marmer sebagai pelestarian senjata andalan masyarakat Aceh saat perang melawan Belanda tersebut. Jika selama ini rencong dibuat dari bahan logam seperti besi dan tembaga, kata Yasar, maka mahasiswa Poltas melakukan inovasi dengan membuat rencong dari batu marmer.

“Rencong sebagai jenis cenderamata paling populer dari Aceh ini umumnya terbuat dari bahan logam. Tetapi mahasiswa Poltas, mampu membuat rencong menjadi unik karena dibuat dari batu marmer. Terlebih lagi batu marmer saat ini menjadi salah satu potensi unggulan Aceh Selatan,” ujar Yasar.

Lebih lanjut Yasar menambahkan bahwa jika biasanya oleh-oleh khas dari Aceh Selatan berupa olahan pala, maka rencong batu marmer menjadi primadona yang harus dimiliki. Tidak lengkap rasanya, tutur Yasar, jika mengunjungi Aceh Selatan tanpa memboyong senjata tradisional rencong batu marmer yang diinspirasi oleh lafaz basmallah tersebut.

“Potensi batu marmer tersebar di beberapa kecamatan di Aceh Selatan, seperti  Labuhan Haji, Meukek, Sawang, Samadua dan Pasie Raja. Selama ini batu marmer tersebut diolah oleh laboratorium marmer dan granit Poltas untuk berbagai jenis produk seperti lantai marmer, meja, kursi,  pot bunga, piring, gelas, dalam skala kecil,” jelas Yasar yang juga merupakan Dosen Teknik Pertanian Unsyiah itu.

Dikatakan Yasar, saat ini mahasiswa Poltas khususnya Program Studi Teknik Industri diberi peluang seluas-luasnya untuk berkreasi dengan bahan baku batu marmer yang tersedia. Hasil karya dan inovasi mahasiswa tersebut , ungkap Yasar, akan ditampung dan dipasarkan melalui Inkubator Bisnis Poltas.

“Pola ini membuat mahasiswa juga berpeluang mendapatkan penghasilan sambil belajar. Inilah salah satu keunggulan kuliah di perguruan tinggi vokasi, belum selesai kuliah sudah dapat bekerja dan memiliki penghasilan,” pungkas Yasar.

Di akhir rilis Yasar menginfokan bahwa hingga saat ini sangat banyak pesanan rencong batu yang diterima. Pihaknya, terang, Yasar, kewalahan memenuhi order yang kian meningkat dari hari ke hari. Hal ini menunjukkan, tutup Yasar, bahwa produk tersebut sangat diterima oleh masyarakat khususnya sebagai alternatif cenderamata khas Aceh Selatan. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *