Ming. Okt 17th, 2021

ACEHSIANA.COM, Medan – Guna meningkatkan daya saing era disrupsi, Politeknik Aceh Selatan (Poltas) melakukan pembinaan terhadap para petani madu di Buloh Seuma Kabupaten Aceh Selatan.  Kegiatan pembinaan berlangsung di Hotel Ariaduta Medan pada tanggal 3 – 7 Maret 2020.

Direktur Poltas, Dr Muhammad Yasar STP MSc, menjelaskan bahwa Buloh Seuma selama ini dikenal sebagai daerah terisolir yang secara administratif terletak di Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Meskipun demikian, kata Yasar, Buloh Seuma memiliki potensi yang sangat luar biasa. Salah satu yang sangat dikenal, tambah Yasar, adalah madu hutan.

“Keberadaan Bulh Seuma yang bersinggungan langsung dengan hutan raya Leuser, menjadikan madu Buloh Seuma menjadi primadona bagi masyarakat penikmat madu. Selama ini masyarakat Buloh Seuma memanen madu hutan secara tradisional dan memasarkannya dengan cara manual. Akibatnya meskipun memiliki kualitas terbaik tetapi tidak memiliki added value dan daya saing yang memadai,” ujar Yasar.

Dikatakan Yasar bahwa berdasarkan hasil observasi lapangan/pasar, ditemukan fakta bahwa selama ini harga penjualan madu sangat bervariasi tergantung kemampuan penjual dalam meyakinkan pembelinya. Kepercayaan pelanggan, lanjut Yasar, terletak pada penjual bukan produk.

“Bagi penjual yang sudah dikenal dan dipercaya, harga bukan persoalan karena pelanggan yakin dengan kualitas madunya. Terutama dari segi kemurnian atau keasliannya. Hingga saat ini belum ada metode praktis yang mampu mendeteksi kemurnian atau keaslian madu,” tutur Yasar.

Yasar menambahkan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut maka Poltas dalam mengimplementasikan tri darma perguruan tingginya di bidang pengabdian masyarakat mencoba melakukan pembinaan terhadap petani madu. Pembinaan yang dilakukan, terang Yasar, terkait sistem kelembagaan usaha, perbaikan teknologi packaging, dan manjemen pemasaran.

“Kegiatan pembinaan ini selain bermanfaat dalam pemberdayaan masyarakat, juga sangat bermanfaat dalam upaya pelestarian lingkungan,” pungkas Dosen Unsyiah tersebut.

Pelatihan tersebut difasilitasi oleh USAID Lestari. Sejak Desember 2019 Poltas dan Usaid Lestari telah melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari penelitian dan survey, pelatihan, pemberdayaan, pendampingan pembentukan kelompok usaha Jaringan Madu Hutan Buloh Seuma (JMHB), pengurusan perizinan, dan nanti kita akan melaunching produk yang dihasilkan tersebut ke pasar pada pertengahan Maret 2020 nanti.

Geuchik Kuta Padang Buloh Seuma yang juga Ketua Jaringan Madu Hutan Buloh Seuma (JMHB), Abdul Manaf merasa sangat senang atas terlaksananya program tersebut. Ia berharap melalui kerjasama tersebut dapat meningkatkan daya saing produk madu hutan Buloh Seuma sehingga menembus pasar yang lebih luas. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Abdul Manaf menginginkan kemukiman Buloh Seuma semakin dikenal oleh masyarakat secara luas sehingga dapat terbebas dari keterisoliran dan ketertinggalan. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *