Sab. Sep 25th, 2021

ACEHSIANA.COM, Solo – Kejadian unik saat wisuda dilakukan salah seorang wisudawan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo, Jawa Tengah. Adalah Amiruddin, wisudawan Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) FKIP UTP sebagai pelakunya. Saat prosesi wisuda pada Sabtu (29/2), Amiruddin terlihat membawa beronjong sayur.

Amiruddin yang berusia 28 tahun itu meraih gelar sarjana setelah menyelesaikan kuliah di kampusnya. Ia tampil layaknya wisudawan lain yang tentunya mengenakan toga. Uniknya, Amiruddin datang justru membawa serta sepeda motor Yamaha Vixion yang dilengkapi dengan beronjong berisi sayuran, buah-buahan, dan aneka bumbu dapur. Beronjong dan isinya tersebut biasanya dijajakan sehari-hari.

Tetapi pada hari wisuda tersebut, Amiruddin membagikan semua dagangan kepada teman-temannya. Hal itu dilakukan sebagai ungkapan syukur atas raihan wisudanya.

“Saya ingin menunjukkan bahwa berjualan sayuran tidak menyurutkan keinginan saya untuk mengenyam pendidikan tinggi,” ujar Amiruddin.

Amiruddin sadar betul bahwa pekerjaan dan kuliah harus bisa dilakukan bersama. Karena alasan tersebut maka ia memilih kuliah di kelas non-reguler. Tujuannya agar di pagi hari bisa berjualan sayur keliling Jatiyoso.

Setiap hari Amirudin bangun di pagi buta untuk Shalat Tahajjud yang dilanjutkan Shalat Subuh. Ia kemudian berbelanja di Pasar Matesih dan Pasar Jumantono sebelum berkeliling ke Jatiyoso.

“Saya bangun pagi buta. Saya sempatkan Shalat Tahajjud lalu Shalat Subuh. Selanjutnya saya belanja di Pasar Matesih dan Pasar Jumantono dan langsung keliling ke Jatiyoso sampai pukul 13.00 WIB atau 14.00 WIB,” kata Amirudin.

Menurut Amirudin, ia kuliah tiga kali dalam sepekan. Jika ada jadwal kuliah, maka ia akan mengurangi dagangan agar bisa pulang lebih awal. Berkat dagangan tersebut, Amirudin mengumpulkan Rp. 70.000,- hingga Rp. 80.000,- per hari dari hasil berjualan sayur. Uang itu ia pakai untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sebagian ditabung guna keperluan membayar uang kuliah.

“Penghasilan orang tua saya sebagai buruh tani dan buruh serabutan tidak cukup untuk membiayai kuliah saya. Itulah sebabnya saya mengumpulkan uang dengan berdagang sayuran,” pungkas Amiruddin.

Ayah Amiruddin, Suwarno Saputro mengatakan bahwa anaknya tersebut merupakan anak yang mandiri. Amiruddin, ungkap Suwarno, telah membiayai sekolah sendiri sejak SMP. Suwarno mengaku sangat bangga dengan Amirudin dan berharap orang lain dapat meneladaninya. (*)

Editor: Darmawan

Artikel ini sudah tayang di solopos.com dengan judul “Bakul Sayur Karanganyar Wisuda Bawa Bronjong Pengin Jadi Guru WB”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *