Sab. Sep 25th, 2021

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Cempala Band tampil mempesona saat dilaunching di Tapaktuan. Kegiatan launching bertepatan dengan Gebyar HUT Aceh Selatan ke-74 dan Dies Natalis Politeknik Aceh Selatan (Poltas) ke-9 di Tapaktuan pada Kamis (23/1).

Penggagas Cempala Band yang juga Direktur Poltas, Dr Muhammad Yasar MSc menyebutkan bahwa Cempala Band tampil berkolaborasi dengan grup band mahasiswa Poltas, Voltase Band untuk memeriahkan Gebyar HUT Aceh Selatan ke-74 dan Dies Natalis Politeknik Aceh Selatan (Poltas) ke-9.

Cempala Band menghibur para tamu seperti Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Mahyuzar, Plt Bupati Aceh Selatan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida), dan kepala SKPK se-Aceh Selatan dengan dua single andalannya yaitu Kupi Aceh dan Pesona Aceh Selatan. Sementara 8 (delapan) lagu lainnya dalam album perdana bertajuk Teuingat Adinda dipersembahkan dalam acara hiburan.

Saat lagu Pesona Aceh Selatan ditampilkan, ternyata para penonton sudah sangat hafal lagu tersebut. Terbukti mereka mampu menyanyikan secara bersamaan dengan grup Cempala Band.

Menurut Muhammad Yasar, lagu Pesona Aceh Selatan yang diciptakannya tersebut, bait lagunya terdiri atas Bahasa Aneuk Jamee, Kluet, dan Aceh. Kluet dan Aneuk Jamee, kata Yasar, merupakan dua Bahasa daerah di Aceh Selatan. Atas alasan tersebut, tambah Yasar, launching Cempala Band dilaksanakan di Tapaktuan.

“Cempala Band pada dasarnya bertempat di Banda Aceh. Oleh karena lagu andalannya Pesona Aceh Selatan ditulis dalam Bahasa Aneuk Jamee, Kluet, dan Aceh, maka kegiatan launching dilakasanakan di Tapaktuan sebagai persembahan khusus kepada masyarakat Aceh Selatan,” jelas Yasar.

Lebih lanjut Yasar menambahkan bahwa guna mempromosikan lagu dalam album perdana Cempala Band sekaligus memperkenalkan pariwisata Aceh Selatan yang terkenal keindahan alamnya, mereka akan melakukan syuting video klip pada spot-spot wisata terbaik di Aceh Selatan. Yasar berharap karya mereka bermanfaat tidak hanya bagi perkembangan dunia musik Aceh tetapi juga dalam mempromosikan potensi Aceh.

Vokalis Cempala Band, Aidy menerangkan bahwa Cempala Band didirikan dengan misi pelestarian budaya dan pariwisata. Cempala sendiri, lanjut Aidy, merupakan singkatan tema lagu-lagu yang mereka ciptakan, yakni Cinta, Edukasi, Motivasi, Potensi Alam, dan Lingkungan. 

“Nama Cempala juga terinspirasi dari nama burung endemik Aceh Selatan yaitu Cicempala. Selain bersuara merdu , burung tersebut juga memiliki bulu yang indah sehingga banyak diburu dan nyaris punah. Semoga melalui grup band ini mampu mengkampanyekan perlindungan terhadap jenis burung kebanggaan rakyat Aceh ini,” ujar Aidy.

Lagu yang dirilis Cempala Band banyak mengangkat potensi dan keindahan alam Aceh Selatan. Lagu Shu Cicempala misalnya banyak mengisahkan keunggulan Aceh Selatan. Selanjutnya lagu Kupi Aceh yang mengangkat potensi kopi Aceh. Lalu Datigalove yang mengangkat pesona dataran tinggi tanah Gayo.

Sebagaimana diketahui bahwa album perdana Cempala Band terdiri atas 10 lagu yaitu Teuingat Adinda, Pesona Aceh Selatan, Datigalove, Kenangan Tanyo Dua, Lumpo, Tamse Cinta, Shu Cicempala, Meunaleung Padee, Bek Meulage, dan Kupi Aceh. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *