Rab. Jan 19th, 2022

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Aceh Wilayah Kota Lhokseumawe, Anwar MPd, mengibaratkan mutasi kepala SMA/SMK/SLB seperti lari estafet. Hal itu disampaikan Anwar saat melakukan serah terima jabatan kepala SMAN 7 Lhokseumawe pada Senin (20/1) di gedung SMAN 7 Lhokseumawe.

Menurut Anwar, jika pelari pertama pada lari estafet terlambat 5 menit saja misalnya, pelari kedua tidak sempat dan tidak perlu menanyakan penyebab keterlambatan. Akan tetapi, lanjut Anwar, pelari kedua harus terus berlari kencang agar tidak ketinggalan pada estafe selanjutnya.

“Demikian juga dengan kepala sekolah yang baru dilantik. Fokus bekerja keras melanjutkan program kepala sekolah lama. Program yang baik dilanjutkan. Kepala sekolah harus mampu bekerjasama dengan semua warga sekolah untuk mewujudkan visi aceh carong, kuat, dan meuadab,” jelas Anwar.

Lebih lanjut Anwar menegaskan bahwa kepala SMAN 7 Lhokseumawe yang baru harus mampu meningkatkan prestasi sekolah lebih baik lagi. Jika selama 4 tahun berturut, tambah Anwar, peringkat UNBK SMAN 7 Lhokseumawe adalah peringkat 4 se-Kota Lhokseumawe, maka kepala sekolah baru harus mampu membawa ke peringkat 3 atau bahkan 1.

“Kepala sekolah yang baru harus mampu membangun situasi yang kondusif. Berat sama dipukul ringan sama dijinjing. Sekolah harus berkembang. Program Bersih Rapi Estetik dan Hijau (BEREH) harus berjalan. Kepala sekolah harus mampu membuat siswa dan guru menjadi nyaman,” pungkas Anwar.

Penyerahan berita acara sertijab dari kepsekmlama kepada kepsek baru disaksikan Kacabdindik Lhokseumawe (doc. Darmawan)

Sebagaimana diketahui bahwa dalam mutasi kepala SMA/SMK/SLB se-Aceh, sebanyak 15 kepala sekolah di Lhokseumawe turut dimutasi. Salah satunya adalah kepala SMAN 7 Lhokseumawe dari Drs Saifuddin MM kepada Drs Mukhtaruddin MPd. Mukhtaruddin MPd merupakan guru SMAN 5 Lhokseumawe yang dipromosi menjadi kepala SMAN 7 Lhokseumawe. Sementara Drs Saifuddin dimutasi sebagai kepala SMAN 5 Lhokseumawe.

Saifuddin menceritakan bahwa saat pertama kali diangkat sebagai kepala SMAN 7 Lhokseumawe, terdapat rombongan belajar (rombel) yang tidak ada mobile. Terpaksa para siswa, tutur Saifuddin, belajar di atas tikar. Alhamdulillah saat ini hampir semua fasilitas tercukupi. Selama 4 tahun berturut, kata Saifuddin, prestasi UNBK SMAN 7 Lhokseumawe peringkat 4 jenjang SMA. Semoga kedepan, harap Saifuddin, dapat meningkat lagi prestasinya.

Kepala SMAN 7 Lhokseumawe yang baru dilantik, Drs Mukhtaruddin MPd, mengatakan bahwa amanah yang diembannya sangat berat. Mukhtaruddin meminta dukungan guru seluruh warga sekolah untuk membantunya dalam menjadikan anak Aceh yang carong dan meuadab.

Turut menghadiri serah terima jabatan kepala SMAN 7 Lhokseumawe, Kasubbag TU Cabdindik Lhokseumawe, Jamaluddin SPd MM, Pengawas Sekolah, dan Kepala SMA/SMK se-Lhokseumawe. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *