Ming. Okt 17th, 2021

ACEHSIANA.COM, Calang – Sebagai apresiasi atas Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya yang sangat support pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadikan  gerakan satu mutu Kabupaten Aceh Jaya sebagai pilot project nasional. Pilot project tersebut tentang peningkatan mutu pendidikan di tanah air. Demikian disampaikan perwakilan Direktorat Pembinaan Sekolah dasar Kemdikbud, Nur Fitriana di Calang pada Sabtu (21/12).

 “Direktur Pembinaan Sekolah Dasar sangat menyambut baik program ini sehingga beliau menyampaikan dukungan dengan mengirimkan kami langsung ke Aceh Jaya untuk melihat sekolah dan program yang ada di Aceh Jaya agar ke depan tidak hanya sebatas MoU,” jelas Nur Fitriana.

Lebih lanjut Nur Fitriana menambahkan bahwa Direktur Pembinaan Sekolah Dasar akan menjadikan gerakan satu mutu Aceh Jaya sebagai pilot project di Indonesia. Menurut Nur Fitriana, komitmen pihaknya dalam membantu Aceh Jaya tidak hanya berupa support, tetapi pihaknya hadir langsung ke Aceh Jaya guna meihat program satu mutu.

“Terdapat empat daerah yang ditunjuk sebagai pilot project yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Tangerang, Jawa Barat dan Samarinda. Penunukan ini karena keempat pemerintah daerah tersebut sangat support tentang pendidikan,” ujar Nur Fitriana.

Nur Fitriana menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan hanya berupa MoU, tetapi pihaknya juga akan menggandeng instansi lain seperti Australia Embesi, dari Amerika, dari JAICA Japan. Mereka, tutur Nur Fitriana, juga akan menggandeng CSR-CSR lainnya yang selama ini tidak hanya membantu uang tunai dan fisik, tetapi lebih kepada peningkatan mutu.

Pada kesempatan tersebut Nur Fitriana menyampaikan harapannya agar Aceh Jaya yang katanya hanya kabupaten kecil dan sempat hancur total karena tsunami agar mampu bangkit dari keterpurukan.

“Kabupaten kecil ini harus mampu menjadi pioner dan pilot project untuk contoh di kota-kota besar. Semangat yang ditunjukkan Aceh Jaya ini harus mampu menampar mereka yang ada di kota-kota besar yang masih mengeluh dan masih putus asa padahal fasilitas mereka lebih lengkap dan pelatihan mereka memadai,” tutup Nur Fitriana. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *