Jum. Jul 30th, 2021

ACEHSIANA.COM, Aceh Timur-Aceh Timur memiliki SMK yang memiliki kompetensi unggulan, adalah SMK Negeri 1 Pante Bidari yang fokus di bidang pertanian. Terletak di desa Buket Bata Kecamatan Pante Bidari, sekolah ini terus melakukan kegiatan pendidikan vokasi bidang pertanian. Generasi muda yg menjadi siswa siswi di sini dididik dan dilatih untuk mendukung program ketahanan pangan.

Merujuk pada program nasional yaitu dalam revitalisasi SMK, maka SMK N 1 Pante Bidari berinisiatif untuk mengembang program unggulan tersebut. Salah satu program yang sedang berlangsung adalah penanaman tanaman buah (hortikultura) dan pembuatan pupuk organik. Pupuk organik dibuat oleh peserta didik dibawah bimbingan guru produktif berpengalaman.

Menurut Kepala Sekolah, Agus Ridwan, S.Pd., kegiatan pembuatan pupuk sudah rutin dilakukan oleh siswa bersama guru pembimbing. Pupuk yg diproduksi ada dalam bentuk puouk cair dan pupuk kompos.

Masih menurut Agus, pupuk pupuk yang diproduksi sudah dipamerkan setiap tahun pada ajang pameran di Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Setiap dipamerkam, pupuk produksi SMKN 1 Pante Bidari ini laris diborong pengunjung. Selain mendukung program ketahanan pangan, pembuatan pupuk ini juga amat selaras dengan program BEREH Pemerintah Aceh.

Ketersediaan pupuk organik sangan membantu proses tumbuh dan berkembangnya tanaman yg ditaman, khususnya di Sekolah sekolah di Aceh Timur.

Melihat kenyataan itu, SMK Negeri Taman Fajar melalui Kepala Sekolah, Nurdin, S.Pd., M.A., melakukan kunjungan dan melihat secara langsung proses pembuatan pupuk. Pada kesempatan ini, SMKN Taman Fajar menyatakan berminat terhadap pupuk yang dihasilkan SMKN 1 Pante Bidari. Ke depan, bila kegiatan penanaman pohon di SMK Negeri Taman Fajar memerlukan pupuk, kami akan memesannya dari SMK yang dipimpin Pak Agus ini. Kata Nurdin yang akrab dipanggil pak Babeh ini.

Semua upaya positif ini semoga mendapat dukungan dari banyak pihak. Generasi muda milenial memang harus mahir teknologi, namun tidak boleh melupakan bidang pertanian. Kalau generasi muda kita tidak mau melakukan kegiatan di bidang pertanian, ke depan sulit kita berswasembada pangan. (*)

Editor: Poetra Joeang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *