Sab. Sep 25th, 2021

ACEHSIANA.COM, Meureudu – Guna mewujudkan generasi cerdas berkarakter, Pidie Jaya (Pijay) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengimbasan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terintegrasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan tersebut berlangsung di Meureudu, Pidie Jaya pada tanggal 9 – 13 Desember 2019.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pijay, Saiful MPd saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa sejak dahulu masyarakat Aceh sudah memiliki karakter dan budaya yang sangat baik.

“Akan tetapi fakta saat ini terjadi banyak pergeseran nilai-nilai luhur sehingga perlu ditanamkan kembali pendidikan karakter. Hal ini sangat penting dilakukan sebagai upaya membentuk moral bangsa,” kata Saiful.

Lebih lanjut Saiful menambahkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari unsur Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah. Mereka, ujar Saiful, akan dilatih oleh 2 orang Fasilitator Daerah yang sebelumnya sudah dilakukan bimtek dan dinyatakan lulus, yaitu Hamidah MPd dan Nurhayati MPd serta dipandu oleh fasilitator nasional, Dra Evita Adnan MPSi sebagai penjaminan bahwa mutu bimtek telah sesuai arah tujuan.

Kasi Program Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemdikbud, Sabura Su’ud Putra menyampaiakn bahwa urgensi penguatan karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sangat penting karena gerakan penguatan karakter adalah fondasi dan ruh utama pendidikan.

Menurut Sabura, PPK menjadi salah satu program prioritas nasional. Pemerintah, lanjut Sabura, melalui Kemendikbud mengimplementasikan penguatan karakter penerus bangsa dengan menyelenggarakan pendidikan yang mampu memperkuat karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter. Landasan hukum kegiatan tersebut adalah Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang PPK dan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang PPK.

“Tak hanya olah pikir (literasi), PPK mendorong agar pendidikan nasional kembali memperhatikan olah hati (etik dan spiritual) olah rasa (estetik), dan juga olah raga (kinestetik). Keempat dimensi pendidikan ini harus dilakukan secara utuh, menyeluruh dan serentak,” ujar Sabura.

Menurut Sabura, pada tahun 2019 ini, menyusul tingginya resiko bencana di Indonesia, PPK diintegrasikan materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan dilaksanakan di 139 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia atau bagi 3.970 orang. (*)

Kontributor: Zulwanis

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *