Rab. Jan 19th, 2022

Mukhlis Puna

(Ketua Tim Literasi IGI Kota Lhokseumawe)

Berliku jalan kau tempuh, demi satu tujuan padu
Adalah mengusir mendung di antara belantara negeri
Batu cadas menghadang telapak kaki
Terjal mengoyak terompah,
hingga telapak bernanah
Keponpong berselimut lusuh
Tapi niatmu tak tergusur dari busur

Pahlawan tanpa jasa mengemban tugas tanpa koma
Upah – upah bukan tujuan, namun lenyapnya kebodohan adalah harapan

Gunung -gunung Kau jelajah sampai telaga
Menebar virus membuka tabir
Sungai deras penuh riam bukan halangan
Tugasmu menyalakan bara, bukan mengisi bejana

Pasang sungai berganti surut, kau tak pernah larut
Jiwamu bagai baja bukan sepuhan
Tak goyah dihantam badai
Tak lusuh digerus arus
Tak pudar dibalut lumpur

Titi boleh bergantung
Jalan boleh buntung
Lumpur boleh bertimbun
Sungai boleh menggulung
Kau tetap bersenandung
agar tunas tetap subur

Kau adalah replika negeri dalam bayang
Menjadi lilin di gelapan, membakar diri
menyulut motivasi

Di sini ..
Di kota -kota
Teman sejawat bercanda ria
Di bawah gemerlap kota,
Mengumbar senyum di bawah tumpukan
tunjangan berlipat empat
Uang minum ribuan gelas
Uang makan ratusan piring
Motor mewah sepatu mengkilap
Seragam sutra, ransel kulit corak Eropa

Entah dari tanah apa kau dibuat
Entah dari mana hatimu dianyam
Entah dari mana jiwa ditiup
Hingga kau lebih kuat dari baja

Aku hanya mampu mengurut dada
Menopang dagu merunutmu berpeluh

Lhokseumawe, 27 November2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *