Rab. Jul 6th, 2022

ACEHSIANA.COM, Bireuen – Upayakan eningkatan dan emerataan guru melalui kemitraan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar workshop. Workshop dilaksanakan di gedung Universitas Terbuka, Bireuen pada Kamis (24/10).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Bireuen, T Murtada S.Sos yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU), Jamaluddin S.Sos M.Pd saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa workshop tersebut dikuti oleh para guru SMA se-Kabupaten Bireuen. Lebih lanjut Jamaluddin menambahkan bahwa workshop adalah untuk meningkatkan dan memeratakan mutu GTK di wilayah Bireuen dan Aceh pada umumnya.

“Kepala sekolah mitra, guru mitra, dan guru imbas harus dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari workshop ini kepada semua guru di Bireuen. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dirjen GTK yang sudah mempercayakan Bireuen menjadi sekolah mitra,” terang Jamaluddin.

Dirjen GTK Kemdikbud yang diwakili Hari Santosa memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh perwakilan SMA se-Kabupaten Bireuen atas partisipasinya  mengikuti workshop tersebut. Lebih lanjut Hari meminta para peserta workshop untuk terus melaksanakan program-program peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya masing-masing.

Ketua Panitia, Hamdani S.Pd M.Pd mengungkapkan bahwa  peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan harus direncanakan secara matang dan berkelanjutan. Kepala SMAN 1 Bireuen itu menyatakan perlu adanya saling bersinergi dan membangun komitmen bersama seluruh elemen lembaga pendidikan baik masyarakat maupun pemerintah.

“Seluruh kepala sekolah dan GTK harus terlibat kegiatan ini. Dengan demikian ilmu  yang dimiliki menyangkut program-program mutu pendidikan dapat diimplementasikan  dengan baik di sekolah masing-masing. Ini semua demi SDM dan kompetensi guru dan siswa dalam menghadapi  abad 21 yang serba digital era disrupsi,” tutup Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bireuen itu.

Amatan tim acehsiana.com, kegiatan tersebut diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari 15 guru mitra, 5 guru inti, dan 180 guru dari sekolah imbas. Narasumber kegiatan terdiri atas Hari Santosa, Diky Paramitha, dan 5 (lima) orang guru inti dari berbagai daerah di pulau Jawa. (*)

Editor: Darmawan Buchari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *